Dwiyuni's Blog

Mencari Jati Diri Yang Abadi

Meramal Gempa Bumi

Meramal Gempa Bumi
Tuesday, 19 February 2008

Ilmuwan mencoba meramalkan gempa lewat dua cara: (1) mempelajari sejarah gempa besar di daerah tertentu dan (2) laju penumpukan energi di suatu lokasi.
Namun, Lembaga Penelitian Geologi AS (United States Geological Study/USGS), metode ini tidak selalu akurat. Penyebab gempa yang multiplikator adalah salah satu penghambatnya.

Gempa tektonik adalah hasil pelepasan energi elastik mendadak akibat aktivitas kerak bumi yang membentuk lempeng-lempeng. Dampaknya, setiap tahun terjadi sekitar 18 kali gempa di atas 7 SR dan ratusan gempa kecil di seluruh dunia (Sumber: Ruth Ludwin, Washington University). Meski pergerakan lempeng diketahui dan laju penumpukan energinya juga bisa diperkirakan, peramalan gempa tetap saja susah. Analisis lebih lanjut dari data tadi, ilmuwan hanya bisa mengetahui tekanan pada patahan dan struktur serta arah gelombang berjalan.

Memang berdasarkan data tersebut sekelompok peneliti dari Sekolah Sains Lingkungan Universitas Ulster di Coleraine, Inggris, mampu meramalkan akan munculnya gempa besar di Nias pasca gempa Aceh, 26 Desember 2004, tetapi kapan persisnya gempa akan terjadi, tetaplah sebuah misteri.

Lembaga Seismologi China pernah sukses meramalkan saat terjadinya gempa 7,3 SR di Haicheng tahun 1975. Berdasarkan pengamatan perubahan permukaan air tanah, perilaku binatang, gerakan air tanah, dan gempa-gempa awal yang tercatat di seismograf, penduduk dapat dievakuasi sehari sebelum terjadi gempa. Namun, dengan metode serupa, China gagal mengantisipasi gempa di Tangshan setahun kemudian, yaitu gempa dengan kekuatan 7,6 SR dan menewaskan kira-kira 250.000 penduduk.

Jepang juga sudah intensif meneliti gempa sejak tahun 1965, memperkirakan bakal terjadi gempa besar di Tokyo tahun 1993. Nyatanya gempa itu muncul di Kobe pada tahun 1995. Menurut Ludwin, prediksi gempa baru sukses pada lempengan dan patahan yang sudah benar-benar dipahami seperti San Andreas. Yunani juga mencoba meramalkan gempa berdasarkan pengamatan sinyal elektromagnetik yang muncul akibat gempa.

Faktor lain yang mempersulit peramalan gempa adalah pusat gempa yang bisa lebih dari 450 KM di perut bumi. Belum lagi pengaruh elektrisitas, magnetis, dan kerasnya batuan, suhu bumi, hingga banyaknya patahan di situ. Oleh karena itu hingga kini manusia belum bisa memprediksikan kapan persisnya gempa bumi itu terjadi, meskipun sudah berhasil mengukur kekuatan gempa, lokasi episentrum, hingga pergerakan lempengnya. Paling jauh baru bisa menyebutkan probabilitas akan terjadinya gempa.

Namun upaya untuk memprediksi gempa tidak pernah surut. Japan Marine Science & Technologi Center (Jamstec) sedang menjalankan program Integrated Ocean Drilling Program. Dengan kapal pengebor bernama Cikyu, daerah-daerah seismogenik di dasar lautan dengan kedalaman 2.000 hingga 3.000, dibor hingga kedalaman 7.700 meter, lalu dipasangi alat.

Dengan kondisi Indonesia yang belum lengkap memiliki alat pendeteksi gempa, upaya penanganan gempa yang paling rasional adalah dengan mendirikan bangunan-bangunan anti gempa, pembangunan tanggul di pesisir untuk penahan tsunami, sosialiasi penanganan terjadinya gempa.

Tak boleh terlupakan (meminjam istilah Kang Kombor), perlu segera dibentuk satu lembaga semacam Emergency Response Team yang khusus dibentuk pemerintah untuk menangani masalah ketika terjadinya bencana alam. Karena ketika bencana itu terjadi, kemungkinan besar pemerintah setempat juga tidak dapat bertindak apa-apa untuk menangani bencana yang melanda daerahnya.

Tim Tanggap Darurat ini yang bisa bergerak cepat ke daerah bencana dan segera mendirikan Pusat Penanggulangan Bencana (PPB) di wilayah bencana. Tim Tanggap Darurat ini sebaiknya difasilitasi dengan perangkat komunikasi bergerak berbasis satelit dan sebagai pusat komando penanggulangan bencana di wilayah bencana. Setiap elemen yang akan ikut membantu harus berkoordinasi dengan PPB.

(Sumber:eepinside.com)

15 Februari 2009 - Posted by | Bencana Alam

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: