Dwiyuni's Blog

Mencari Jati Diri Yang Abadi

Peranan Fasilitator Pelatihan

Peranan Fasilitator Pelatihan

Oleh : Dwi Yuni Purwanto (bedjret)

Suksesnya kegiatan OMT sangat bergantung pada kemampuan fasilitator dalam membawakan acara pelatihan.Semua proses belajar yang terjadi dalam keseluruhan kegiatan harus berjalan menyenangkan.Peranan fasilitator dalam menjalankan kegiatan sangat penting.Oleh karena itu, fasilitator harus dapat menempatkan dirinya secara professional. Agar memiliki kualifiikasi professional fasilitator harus memiliki ciri berikut;

  1. Memiliki kompetensi dalam bidang ilmu manajemen, ilmu psikologi, dan dinamika kelompok

Tanpa memiliki kopetensi di atas seringkali kegiatan OMT hanya menjadi penderitaan fisik karena tidak jelas hubungan antara aktivitas fisik dan ilmu manajemen dan prilaku yang harus dimiliki dalam kegiatan bisnis dalam era perubahan yang cepat. Banyak keluhan yang terjadi tentang fasilitator tidak memiliki kopetensi seperti diatas. Untuk memahami prilaku yang muncul dari kegiatan yang dilakukan, orang harus memahami psikologi, dan untuk bias mengaitkannya dengan efektifitas organisasi, orang harus memahami teori dan praktek menajemen dan prilaku organisasi.

  1. Memahami rancangan permainan untuk mengungkapkan perilaku manajemen

Kegiatan dalam OMT baru akan bermakna bagi pembentrukan prilaku yang menunjang sukses bisnis bila kegiatan dirancang untuk mensimulasikan prilaku organisasi yang sebenarnya. Oleh karena itu, seorang fasilitator harus terlibat di dalam perancangan kegitan OMT. Dia harus mengetahui permainan apa yang akan dimainkan dan apa makna permainnan tersebut. Kalau dia tidak memahami makna permainnan tersebut akan sangat sulit untuk mengkaitkannya dengan prilaku manajemen.

  1. Memiliki kemampuan observasi, dan kemampuan komunikasi yang baik

Observasi bagian penting dari kegiatan OMT. Kemampuan mengamati prilaku yang produktif dan prilaku yang tidak produktif mutlak harus dimiliki oleh seorang fasilitator. Oleh karena prilaku ini akan dikaitkan dengan prilaku dalam duania kerja maupun kehidupan kesehariannya. Sangat disarankan seorang fasilitataot sering membaca buku tentang prilaku organisasi dan teori manajemen yang mutakhir yang lebih menekankan pada ornagisai maupun psikologi manusia.

Selain itu, dia harus memiliki kemampuan berkomunikasi dengan jelas dan memproses prilaku yang muncul tanpa membuat orang yang memunculkan prilaku tersebut merasa tersinggung. Seorang fasilitator sebaiknya memiliki kecerdasan emosional yang baik tidak hanya kecerdasan di bidang pengetahuan saja.

  1. Menarik Dan Berwibawa (Pendidikan Yang Memadai, Kepribadian Yang Menarik, Dan Memiliki Sense Of Humor Yang Baik)

Suasana OMT hendaknya penuh rasa gembira. Belajar dalam suasana hati yang gembira akan sangat membantui efektifitas proses belajar. Oleh karena itu, seorang fasilitator harus mampu membuat suasana sangat hangat dan gembira dengan humor yang sehat tanpa menyinggung perasaan peserta. Selain itu fasilitator mempunyai kiat-kiat untuk menggugah semangat peserta pelatian. Untuk ini kemampuan untuk memberikan apresiasi yang tulus kepada peserta berupa pujian atau terimakasih menjadi sangat penting untuk dimiliki oleh fasilitator.

  1. Menguasai masalah teknis pelatihan termasuk masalah keselamatan.

Pelatihan di alam terbuka sangat terkait dengan kemungkinan untuk terjadinya cidera. Oleh karena itu kemampuan teknisi di bidang keselamatan permainan sangat penting dimiliki. Keselamatan pelatihan atau peserta berada ditangan fasilitator. Fasilitator harus memiliki ketajaman pengamatan di dalam melihat prilaku peserta dalam melaksanakan permainan yang kiranya akan menimbulkan kecelakaan.

Untuk mengungkapkan pengalaman yang dirasakan peserta, fasilitator harus aktif menggali pengalaman tersebut dengan mengajukan pertanyaan seperti berikut pada dirinya sendiri.

  • Hal penting apakah yang harus saya dapatkan (jawaban) dari peserta?

  • Jenis pertanyaan apakah yang harus saya ajukan agar peserta menceritakan pengalaman pribadi yang berguna untuk diri sendiri dan kelompoknya?

  • Pada tingkat manakah jawaban yang diberikan oleh peserta menurut pengamatan dan peningkatan prilaku.

Berikut ini adalah beberapa contoh pertanyaan untuk memancing pengalaman peserta, dan tingkatan belajar menurut peningkatan prilaku.

  • Apa yang anda rasakan dari kegiatan (permainan) tadi?

  • Apakah pengalaman yang disampaikan oleh si…..(salah seorang peserta) juga dirasakan oleh anda?

  • Perilaku apa yang muncul yang membuat anda sukses/gagal dalam pelaksanaan kegiatan tadi?

  • Apakah semua peserta memecahkan permasalahan dengan cara yang sama?
  • Siapakah diantara anda yang membuat kegiatan tadi menjadi sebuah kesuksesan?
  • Kalau seandainya anda semua diminta mengulangi lagi kegiatan yang tadi dilakukan, perilaku apa yang akan membuat anda lebih sukses?
  • Adakah cara lain yang lebih baik untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi?
  • Apakah anda setuju dengan cara penyelesaian yang dilakukan oleh si…


Dalam proses pengungkapan pengalaman ini ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan oleh seseorang fasilitator. Berikut ini adalah beberapa hal yang tidak boleh dilakukan fasilitator :

  • Tidak bersifat menjelaskan dan menceramahi peserta tentang makna permainan. Makna permainan harus muncul dari pemahaman peserta sendiri. Tugas fasilitator hanya memancing agar pemahaman ini muncul dengan sendirinya dari peserta.

  • Tidak melakukan penilaian terhadap jawaban peserta atau perilaku pada saat kegiatan. Refleksi harus bersifat netral, tidak berisi penilaian buruk dan baik.Semua aktifitas dalam OMT bertujuan untuk memunculkan perilaku, baik yang mendukung sukses maupun menghambat sukses.

  • Jangan menggunakan kalimat seperti ini: Sebaiknya Anda…….: Seharusnya Anda……

  • Tidak memberikan petunjuk sesuai keinginan fasilitator karena proses belajar harus dating dari ungakapan dan pemahaman peserta terhadap kegiatan

  • Jangan ikut mempermalukan peserta bila ada peserta lain yang memperolok-olok peserta terhadap peserta.

13 April 2010 - Posted by | Uneg-unegKu

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: