Dwiyuni's Blog

Mencari Jati Diri Yang Abadi

Bencana Wasior, Kesalahan yang Terulang?

Bencana Wasior, Kesalahan yang Terulang?
Oleh : Syahrin Lumbantoruan

Bencana alam adalah konsekuensi dari kombinasi aktivitas alami suatu peristiwa fisik, seperti letusan gunung, gempa bumi, tanah longsor dan aktivitas manusia.

Karena ketidakberdayaan manusia, akibat kurang baiknya manajemen keadaan darurat, sehingga menyebabkan kerugian dalam bidang keuangan dan struktural, bahkan sampai kematian. Kerugian yang dihasilkan tergantung pada kemampuan untuk mencegah atau menghindari bencana.

Mungkin tidak pernah hadir dan terbayangkan dalam benak kita bahwa Papua akan diserang oleh bencana, dimana telah meluluh lantakkan alam dan segala isinya dalam terjangan dahsyat banjir bandang. Senin 08.30, murka alam mendatangkan banjir bandang luapan air Sungai Batang Silai menerjang 80% kota Wasior kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat. hingga Jumat (9/10/2010) malam, tercatat 126 tewas dan 76 orang masih dinyatakan hilang dan 800 luka-luka.

Papua adalah pulau yang memiliki luas hutan sebesar 33 juta hektar (wilayah hutan terluas kedua setelah pulau Kalimantan). Secara teoritis, hutan selain berfungsi sebagai penghasil oksigen juga sebagai pengikat struktur tanah serta sebagai serapan air, sehingga keberadaan hutan dalam suatu wilayah sangatlah penting adanya untuk memenuhi kebutuhan manusia. Disamping itu juga dapat mencegah bencana alam seperti di Papua. tetapi bencana banjir bandang di Papua melahirkan sebuah antitesa apakah ini determinisme alam/non alam dan murka Tuhan ?

Didasari ketika setiap orang yang membaca pemberitaan pada harian Analisa pada tanggal 8 Oktober tahun 2010 bahwa banjir Wasior bukan karena alam tapi karena manusia. Wasior bukan karena faktor alam tetapi karena ulah manusia yang hanya mengejar keuntungan sesaat dan tidak menjaga keberlanjutan kelestarian hutan alam didaerah tersebut, demikianlah disampaikan oleh Ketua Institut Hijau Indonesia Chalid Muhammad dalam suatu keterangan pers di Jakarta. Namun dalam hal ini pemerintah menyimpulkan sementara bahwa banjir bandang di Wasior terjadi karena faktor alam di akibatkan cuaca yang ekstrim yakni curah hujan yang tinggi.

Dari pemberitaan tersebut tentu kita bertanya-tanya mana yang benar? Kenapa bencana Wasior terjadi karena ulah para manusia? Yang umumnya suatu bencana alam datang atas fenomena alam, oleh karena itu perlu kita menelusuri dan melihat apa yang terjadi dan perlu diperhatikan dan makna apa yang terkandung dalam peristiwa ini. Bencana seperti ini kerap terjadi namun kelemahannya tidak menjadi suatu pembelajaran bagi suatu kejadian berikutnya yang sama. Dan kejadian ini juga kesalahan manusia yang kerap kali terjadi.

Hal ini masih dalam tahap perdebatan. Ketika sudah terjadi bancana seperti ini maka akan lahir pendapat yang berbeda-beda. Kemudian lahir argumen mengenai faktor apa yang sebenarnya penyebab terjadi suatu bencana? Beberapa pihak akan mencari argument masing-masih baik dengan melakukan penelitian, pengamatan, evaluasi dan melakukan pendekatan secara ilmiah maupun pendekatan lapangan termasuk dalam bencana ini dan tidak jarang sekali melahirkan hasil yang beragam pula.

Hal yang tidak dapat ditutup-tutupi adalah ketika terjadi bencana seperti ini maka akan terjadi saling menyalahkan antara satu dengan yang lain, bencana Wasior seolah-olah sebuah bencana yang baru. Sehingga pemerintah dan masyarakat seraya terkejut melihat kejadian ini padahal kejadian seperti ini bukan pertama ini saja terjadi tetapi sudah ada yang terjadi sebelummya bahkan sudah dapat di prediksi sehingga jikalau memang serius menanggapinya pemerintah sudah harus siap dalam mengatasinya.

Banjir Bandang Sebelumnya

Sebenarnya banjir bandang Wasior mengingatkan kita kembali suatu bencana banjir bandang tepat di sungai Bahorok kabupaten Langkat provinsi Sumatera Utara. Bencana ini terjadi 2 November tahun 2003 menelan korban tewas 138 orang dan seratusan orang belum ditemukan. Hal ini juga di indikasi terjadi semata-semata karena ulah manusia yang tidak mencintai alam tempat tinggalnya. Keserakahan manusia itu sendiri yang mendatangkan bencana pada dirinya. Dengan melakukan penebangan hutan secara liar sebagai bukti keserakahan manusia. Masih terdapat beberapa bencana seperti banjir bandang di Banyumas dan juga di NTT.

Tentu bencana alam merupakan peristiwa yang tidak kita harapkan datang, karena dampaknya bagi manusia itu sendiri. Secara garis besar terjadinya bencana alam disebabkan oleh faktor alam dan faktor Non Manusia (perbuatan manusia). Faktor alam murni penyebab utamanya adalah alam itu sendiri. Seperti gempa bumi, tsunami, badai letusan gunung berapi, sedangkan faktor perbuatan manusia itu sendiri disebabkan karena ulah dari manusia yang tidak bertanggung jawab seperti banjir, longsor maupun erosi tanah.

Faktor alam tentu siapapun tidak dapat menghambatnya, namun bencana banjir bandang Wasior di Papua faktor penyebabnya adalah perbuatan manusia yang menurut beberapa kalangan tentu dapat di cegah atau melakukan tahap preventif sebelum terjadi sesuai amanat UU 24 tahun 2007 penanggulangan bencana dapat mencakup pencegahan sebelum terjadi. Sebenarnya perlu ada kesadaran pada manusia untuk menjaga dan melindungi lingkungan. Perlu melakukan pembenahan dan penjagaan agar terjadi keseimbangan ekosistem yang ada di alam.

Apabila kita cermati, akar permasalahannya cenderung pada pola perilaku manusia yang salah (human error). Ada sebagian masyarakat yang ‘terbiasa’ menebang kayu-kayu di hutan, membuka lahan dengan membakar hutan dan kini banyak lahan pertanian di pinggiran kota yang ‘disulap’ menjadi blok-blok perumahan. Faktor lainnya, penegakan hukum di negara ini masih ‘setengah hati’. Terbukti masih banyaknya pelaku kejahatan kelas kakap termasuk pengusaha illegal logging yang lolos dari jeratan hukum.

Kesalahan Terulang

Ketika bencana alam seperti bencana banjir bandang  Desa Wasior, Papua terjadi maka kita akan merasa gundah, sedih. Bencana alam yang kerap sekali menelan korban yang kadang dengan jumlah yang banyak. Sebenarnya bencana ini masih dapat diatasi jika Negara kita ini belajar dari kejadian sebelummya atau belajar dari kesalahan. Bencana di Wasior yang menelan korban cukup banyak sudah menjadi peringatan keras kepada Negara ini untuk dikemudian hari dapat di atasi. Ketika sudah terjadi maka kita tidak akan dapat berbuat banyak.

Dari suatu kejadian ini kita tentu akan memikirkan apa sebenarnya makna yang didapat atas kejadian ini, menurut hemat penulis bahwa bencana banjir bandang di Wasior adalah kesalahan yang terulang. Kita melihat bencana banjir bandang di Langkat Sumatera Utara sebenarnya sudah menjadi pembelajaran bagi para pihak, masyarakat ataupun pemerintah untuk melakukan kebijakan bagaimana seharusnya yang diperbuat agar bencana banjir seperti ini tidak terjadi dikemudian hari terkecuali karena faktor murni alam yang siapapun tidak dapat mencegahnya.

Pemerintah seharusnya membangun regulasi yang jelas dan tegas kesalahan seperti ini tidak akan terulang lagi. Hal ini sebenarnya dapat memgurangi angka pembalakan hutan secara liar. Disamping ini juga pemerintah harus serius untuk mensosialisasikan arti pentingnya suatu lingkungan hidup dengan bersama-sama dengan para akademisi, pencinta lingkungan/aktivis lingkungan terutama media kepada masyarakat, disamping itu juga pemerintah harus melakukan tindakan bagi perusahaan yang mengeksploitasi sumber daya alam yang tidak menjaga keseimbangan lingkungan hidup.

Kita sangat berharap kesalahan seperti ini jangan terulang kembali, pemerintah harus menyiapkan segala sesuatu untuk mencegah bencana seperti banjir bandang di Wasior yang tidak akan ter ulang lagi diseluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.***

Penulis adalah alumnus Fakultas Hukum Universitas HKBP Nommensen, peminat dan pemerhati sosial berdomisili di Medan.

http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=72176:bencana-wasior-kesalahan-yang-terulang&catid=78:umum&Itemid=139

25 Oktober 2010 - Posted by | Bencana Alam

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: